Pentingya Peran Santri di Zaman Informasi

Maraknya konten internet yang mengkampanyekan ideologi khilafah adalah fenomena yang harus ditanggapi secara serius, dan harus dilawan.

Pentingya Peran Santri di Zaman Informasi
[Foto: repro PMII Semarang]

Sekarang Indonesia sedang berada pada masa, yang disebut sebagai zaman informasi. Bahkan sedang pada pucak genit-genitnya di era baru ini. Zaman informasi ditandai dengan berkembang pesatnya teknologi informasi. Kalau kita lihat di sekelililng kita, akan tampak orang-orang selalu fokus dengan smartphone masing-masing, bahkan anak-anak Sekolah Dasar (SD) pun sudah memahami istilah-istilah seperti download, youtube, facebook dan semacamnya.

Berkembangnya teknologi informasi tentu  banyak mendatangkan kemanfaatan bagi umat manusia. Mereka bisa selalu terhubung satu sama lain, tanpa harus bertatap muka, sehingga tatkala ada hal penting, bisa diselesaikan dengan cepat. Walaupun begitu, tak lantas berkembangnya teknologi informasi tidak memiliki dampak yang negatif.

Sebagaimana ditegaskan oleh Yasraf Amir Piliang dalam buku Transpolitika, bahwa teknologi informasi menyebabakan kaburnya batas-batas teritorial dan budaya sebuah bangsa/negara. Sesorang dari negara satu bisa berkomunikasi dengan penududuk negara lain tanpa dibatasi oleh batas teritorial negara. Budaya-budaya dari negara lain pun akan cepat terserap oleh penduduk negara lain melewati tekonologi informasi yang semakin canggih.

Internet dan Ideologi Transnasional

Salah satu ekses negatif teknologi informasi adalah sulit dibendungnya ideologi-ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara, Pancasila, menyebar luas di masyarakat. Sebenarnya ini bukan serta merta karena berkembangnya teknologi informasi, namun karena mereka yang menentang ideologi Negara Indonesia menggunakan secara masif teknologi informasi untuk menyebarkan paham mereka, misalnya mereka yang ingin mengganti Pancasila dengan Khilafah.

Maraknya situs-situs di internet yang mengkampanyekan ideologi khilafah adalah fenomena yang harus ditanggapi secara serius, dan harus dilawan. Adapun cara melawannya tentunya dengan menyebarkan paham-paham Islam yang sebenarnya, yaitu Islam yang damai dan merahmati seluruh alam, melalui jaringan internet yang compatible. Sehingga saat orang ingin belajar tentang Islam di internet, tidak terjerumus ke dalam situs-situs yang menyebarkan paham-paham yang tak sesuai dengan Pancasila.

Sebagaimana disinggung di atas, bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya telah memiliki smartphone, dan itu merata, baik tua, muda, remaja, maupun anak-anak.  Bagi anak-anak atau remaja yang baru saja mengenal Islam, akan sangat berbahaya jika secara tidak sengaja mengkomsusmi informasi-informasi tentang Islam di internet, yang kebetulan dikelola oleh orang-orang berpaham radikal. Peristiwa-peristiwa seperti bom bunuh diri di Bali berpotensi besar akan terulang kembali, jika masyarakat dibiarkan mengkomsumsi informasi yang mengarah ke hal tersebut. Bukankah tindakan seseorang itu ditentukan oleh informasi yang ia peroleh?

Pentingnya Peran Santri

Pada paparan di atas, kita telah membahas tentang pentingnya menyebarkan paham-paham Islam yang damai. Sekarang yang jadi pertanyaan, kira-kira siapa yang pantas menerima tugas/amanat yang sangat mulia ini? Jawabannya adalah santri.

Mengingat penyebaran ideologi-ideologi yang mengancam ideologi Pancasila menggunakan dalil-dalil agama, maka cara meluruskannya pun tentu dengan menggunakan dalil-dali agama pula—Penulis tidak mengatakan menolak, tapi meluruskan, karena Islam yang sebenarnya, menurut keyakinan penulis berwajah damai. Dalam hal ini, santri adalah orang tepat untuk meluruskan paham yang salah tentang agama, secara santri adalah manusia yang telah sekian lama—bahkan setiap hari—mempelajari agama, baik teori maupun praktik, di bawah bimbingan Sang Kiai.

Kalau dulu santri menyebarkan agama Islam yang damai secara manual di desa-desa dengan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat, sekarang sudah saatnya santri mengebakkan sayap perjuangannya, dengan merambah dakwah di dunia maya, dengan tanpa meninggalkan dakwah secara langsung.  Jika ini terjadi secara masif, maka sangat mungkin akan mengurangi ketersesatan masyarakat dalam mengakses informasi di internet tentang Islam.

Selain hal tersebut, santri juga diharapkan mengajarkan kepada masyarakat tentang sikap terhadap informasi di internet, sebagaimana diajarkan al-Qur’an. Dalam surat al-Hujarat ayat 6, Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman, untuk meneliti kebenaran informasi yang dibawa oleh orang fasiq(orang yang tak tak dapat dipercaya), dan melarang mengambil keputusan dengan informasi tersebut, sebelum melakukan verifikasi karena bisa mengakibatkan penyesalan atas keputusan tersebut di kemudian hari.

Himbauan al-Qur’an tentang informasi tidak hanya berhenti di situ, bahkan kalau kita teliti, himbauan menverifikasi informasi tidak hanya berlaku terhadap informasi yang di bawa orang fasiq, melainkan juga terhadap informasi yang dibawa oleh orang yang dapat dipercaya, sebagaiman dijelaskan dalam surat al-Naml, ketika burung Hudhud membawa informasi tentang Negeri Saba’ (QS. An-Naml: 22)Nabi Sulaiman tidak serta merta menerima informasi tersebut—walaupun tak ada alasan untuk tak mempercayai Burung Hudhud—tapi beliau melakukan verifikasi terlebih dahulu (QS. An-Naml: 27-28)

Sebenarnya tradisi verifikasi informasi ini telah dicontohkan oleh para ulama’ beribu tahun yang lalu. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana seorang ulama’ begitu ketat dalam memeriksa kebenaran sebuah hadits. Oleh karena itu, peran santri di zaman informasi ini sangat penting.Bukankah santri adalah pewaris para ulama’, sebagaimana ulama’ adalah pewaris para nabi?

Penulis: Zaimuddin Ahya’

COMMENTS

Name

agenda,12,artikel,44,bincang,2,cyberia,4,ke-pmii-an,18,kebangsaan,2,Opini,31,pendaftaran,1,pendidikan,1,PMIITV,6,pustaka,9,rilis,5,warta,8,
ltr
item
PMII Semarang: Pentingya Peran Santri di Zaman Informasi
Pentingya Peran Santri di Zaman Informasi
Maraknya konten internet yang mengkampanyekan ideologi khilafah adalah fenomena yang harus ditanggapi secara serius, dan harus dilawan.
https://3.bp.blogspot.com/-5vMDcYJVe0s/WHh32CMELXI/AAAAAAAAAMY/hD-mWO8CuSQjsCXOxGVy1vUZ-REZjGcTACLcB/s640/santri-internet.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-5vMDcYJVe0s/WHh32CMELXI/AAAAAAAAAMY/hD-mWO8CuSQjsCXOxGVy1vUZ-REZjGcTACLcB/s72-c/santri-internet.jpg
PMII Semarang
https://www.pmiisemarang.or.id/2017/01/peran-santri-di-zaman-informasi.html
https://www.pmiisemarang.or.id/
https://www.pmiisemarang.or.id/
https://www.pmiisemarang.or.id/2017/01/peran-santri-di-zaman-informasi.html
true
4367216603084741449
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy