Dibalik Statement Prabowo

Menyejukan Publik Rabu (22/4) lalu, menjelang Ramadhan Prabowo Subianto mengunggah video dan dibagikan pada media sosial Twitter dan F...

Menyejukan Publik

Rabu (22/4) lalu, menjelang Ramadhan Prabowo Subianto mengunggah video dan dibagikan pada media sosial Twitter dan Facebook. Video yang dishare tersebut viral, dan tentu banyak diketahui warganet. Apalagi yang mengunggah video bukan orang sembarangan, melainkan mantan Panglima Kostrad yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.

Prabowo Subianto bukanlah nama yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Rekam jejak dunia militer dan politik Prabowo tak diragukan lagi. Karir politiknya meroket saat Golkar di bawah Orde Baru hingga kelahiran Partai Gerindra yang dibidangi olehnya saat era reformasi.

Sosok Prabowo dalam belantika perpolitikan nasional pun seringkali muncul di permukaan. Terlebih, dirinya pernah dua kali menjadi calon presiden yakni pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan Pilpres 2019.

Pada tahun 2014 dimana mengalami kekalahan dalam pemilu, Prabowo beserta Gerindra dan partai pendukungnya memilih aktif sebagai kelompok penyeimbang eksekutif. Oposisi dipilihnya sebagai jalan menegakan demokrasi di negeri ini. Namun pilihan serupa tidak terjadi setelah kekalahannya pada Pilpres 2019 lalu. Prabowo, sang pioner partai berlambang 'kepala burung Garuda' itu justru bergabung dalam lingkaran pemerintah. Tak dipungkiri, sosok Prabowo menduduki jabatan Menteri Pertahanan RI.

Menjadi seorang menteri dan mengunggah videonya pada media sosial, tentu menjadi sorotan publik. Apalagi yang mengunggah videonya adalah "mantan rival" pemegang puncak kursi pemerintahan. Tentu, kabar pengunggahan video Prabowo ramai menjadi perbincangan. Banyak orang menduga, ini adalah strategi Prabowo dalam merangkul kader dan juga seluruh rakyat Indonesia.

Menyejukan Publik

Sebagai orang awam tak perlu banyak memberikan penilaian terhadap seseorang, apalagi bukan ahlinya. Akan tetapi jika diamati secara positif, dibalik statement Prabowo melalui video yang diunggahnya memberikan arti kesejukan bagi masyarakat. Hal ini didasari dua alasan penting, yitu:

Pertama; Prabowo sebagai bagian dari pemerintah sesungguhnya menitik-beratkan perhatiannya pada pemerintah sekaligus kader dan masyarakat pada umumnya. Di saat pandemi wabah Corona, Prabowo melalui videonya mengapresiasi dan mengakui kinerja presiden dan pemerintah. Menurutnya, sikap kehati-hatiannya Presiden Joko Widodo dalam memutuskan kebijakan nantinya dapat berdampak positif bagi rakyat miskin dan kaum lemah.

Kehadiran Prabowo (meski hanya lewat video),  di tengah masyarakat setidaknya memberikan support pada presiden dan pemerintah agar tetap bersemangat dalam mengatasi penyebaran virus ini. Pemerintah juga tetap fokus dalam penanganannya sekaligus mengatur sirkulasi stimulus bantuan sosial sebagai tanggungjawab negara terhadap rakyatnya.

Kedua; sebagai seorang terpandang dalam tubuh Partai Gerindra dan para pendukungnya, Prabowo tak ingin massa yang terlanjur mencintainya masih mati-matian menyerang segala kebijakan pemerintah.  Apalagi di tengah pandemi yang bebarengan dengan suasana Ramadhan, masyarakat sudah sepantasnya mempertebal keimanannya serta tidak membuat kegaduhan sosial di masyarakat. Hal yang remeh-temeh tak perlu dibesar-besarkan yang justru dapat memperkeruh situasi di masa pandemi.

Dalam urusan wabah corona, tak sedikit masyarakat memberikan komentar miring terhadap pemerintah. Kritik, hingga hinaan yang mengarah pada presiden makin tak terelakan. Ungkapan dari kaum "kampret, cebongers" dan "Kadrun" bahkan hampir tiap hari menghiasi postingan dan komentar-komentar miring di media sosial.   Luka pilpres 2019 lalu nampaknya masih menjadi dendam kebencian yang masih dirasakan hingga saat ini. Sehingga segala kebijakan pemerintah dianggapnya tidak pro rakyat, "enteng", dan serba salah.

Prabowo ingin fenomena saling maki yang berujung "bela-belaan" antara kelompok pendukung pemerintah dengan kelompok eks Pilpres 2019 yang mendukungnya diakhiri. Di tengah badai wabah covid-19 sekaligus di bulan Ramadhan ini yang diperlukan adalah gotong-royong dan sikap saling menolong.

Bahu-membahu memerangi wabah, patuh pada social distancing dan tidak mudik untuk memutus rantai penyebaran virus di pedesaan justru paling diharapkan saat ini. Semoga statement Prabowo dapat menjadi "obat" dari kegaduhan sosial akhir-akhir ini. Selamat berpuasa Ramadhan 2020.


Oleh : Didik T. Atmaja,
Buruh dan Pemerhati Sosial-Politik Pinggiran
Tinggal di Semarang

COMMENTS

Name

agenda,12,artikel,44,bincang,2,cyberia,4,ke-pmii-an,18,kebangsaan,2,Opini,31,pendaftaran,1,pendidikan,1,PMIITV,6,pustaka,9,rilis,5,warta,8,
ltr
item
PMII Semarang: Dibalik Statement Prabowo
Dibalik Statement Prabowo
https://1.bp.blogspot.com/-HwNden8BQXI/XqPqYQsYl0I/AAAAAAAABVY/R3pDpLYoalQ3_5qQKfTwPtYTues9nscCQCLcBGAsYHQ/s320/prabowo.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-HwNden8BQXI/XqPqYQsYl0I/AAAAAAAABVY/R3pDpLYoalQ3_5qQKfTwPtYTues9nscCQCLcBGAsYHQ/s72-c/prabowo.jpg
PMII Semarang
https://www.pmiisemarang.or.id/2020/04/dibalik-statement-prabowo.html
https://www.pmiisemarang.or.id/
https://www.pmiisemarang.or.id/
https://www.pmiisemarang.or.id/2020/04/dibalik-statement-prabowo.html
true
4367216603084741449
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy