JITU, Mencegah Lumpuhnya Kaderisasi di Era Pandemi

Covid 19 Kaderisasi PMII di Tengah Pandemi


Pandemi COVID-19 telah mengubah hampir 80% pola aktivitas manusia di seluruh dunia. Negara-negara terdampak sejak awal tahun telah membatasi akses keluar-masuk negaranya, menutup tempat dan fasilitas umum, dan menghentikan sementara kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Atas dasar kesehatan, banyak aktivitas mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah harus dilakukan di rumah, stay at home. Hal ini dilakukan karena virus ini telah menyebar di 188 negara dengan angka kematian sekitar 5,4%. Data Coronavirus Resource Center John Hopkins University AS menyebutkan lebih dari 8 juta orang terjangkit virus ini, dengan jumlah kematian lebih dari 437 ribu jiwa di seluruh dunia. Amerika Serikat, Brazil dan Rusia menjadi negara Top Three dalam jumlah kasus positif sedangkan Indonesia mempunyai 40 ribuan kasus dengan lebih dari 2200 orang meninggal dunia.

Selain dampak kesehatan, pandemi ini juga telah mengakibatkan resesi perekonomian global. International Monetary Fund atau IMF memperkirakan resesi ekonomi dunia akibat virus ini adalah catatan terburuk sejak tahun 1930, dan pertumbuhan ekonomi global hanya 2,1% (Bank Dunia).

Indonesia pun demikian. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 2,3%. Defisit APBN 2020 juga membengkak hingga 5,07%. Selain itu, Indonesia juga harus menghadapi dampak sosial lainnya, yaitu meningkatnya jumlah pengangguran baru sekitar 2,92 – 5,23 juta orang.

Berjuang di Masa Pandemi

Sebagaian dari masyarakat yang harus survive di tengah pandemi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII juga harus tetap eksis sebagai organisasi, terutama dalam proses kaderisasi. Bagaikan mobil yang membutuhkan bahan bakar untuk dapat bergerak, PMII harus tetap melakukan kaderisasi guna menjaga eksistensi organisasi. Jika tidak, maka kematian organisasi adalah sesuatu yang tidak lama lagi.

Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 8 BAB VI Anggaran Dasar PMII, skema pengembangan organisasi disesuaikan dengan kebutuhan, tuntutan, dan perkembangan zaman. Artinya, usaha dan perjuangan untuk melanjutkan proses kaderisasi harus tetap dilaksanakan dalam situasi dan kondisi apapun, termasuk di masa pandemi. Tujuan utama kaderisasi adalah mencetak dan mempersiapkan kader untuk melanjutkan proses organisasi di masa depan. Lantas bagaimana proses perekrutan anggota baru jika tidak ada aktivitas dan kegiatan bagi mahasiswa baru di kampus hingga akhir tahun 2020?

Lantas bagaimana nasib kaderisasi PMII di masa pandemi? Apakah pemangku kepentingan di PMII  sudah mempersiapkan strategi kaderisasi di tengah krisis seperti sekarang ini? Potensi kerugian apa jika kita lalai dan tidak ada proses kaderisasi di PMII?

Belasan Ribu Calon Anggota Hilang di Tahun Pandemi

Pandemi COVID-19 telah memaksa kita untuk tidak berkumpul dan berkegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal ini tentu secara langsung berdampak pada terhambatnya proses kaderisasi (formal, informal, dan nonformal) di PMII. Misalnya MAPABA.

MAPABA biasanya diselenggarakan pada semester pertama di tahun perkuliahan. Artinya, sebagian besar pengurus rayon dan/atau komisariat di kampus seluruh Indonesia akan menyelenggarakan MAPABA pada bulan September – Desember tahun ini. Jika dalam masa pandemi, kapan MAPABA akan diselenggarakan? Kemudian bagaimana kita menanggapi kekosongan kaderisasi akibat tidak adanya aktivitas di kampus?

Ada berapa rayon dan komisariat yang akan melewatkan momen perekrutan anggota baru? dan berapa ribu calon anggota potensial yang akan gagal masuk PMII? Ilustrasi berikut mungkin dapat memberikan gambaran jelas.
Sebagai contoh, dalam satu kegiatan MAPABA pengurus rayon dapat merekrut lebih dari 70 anggota baru, dan PMII Cabang Kota Semarang mempunyai 31 rayon. Artinya, jika tahun ini terlambat bahkan tidak ada proses MAPABA, maka PMII Kota Semarang akan kehilangan 2170 calon anggota baru.

Jika di Indonesia ada lebih dari 250 PMII cabang di kota/ kabupaten, berapa puluh ribu calon anggota yang gagal bergabung dengan PMII? Akankah kita melewatkan begitu saja puluhan ribu calon kader dan anggota potensial di tahun ini? Jika hal demikian terjadi, tentu akan menjadi kerugian yang sangat besar bagi organisasi.

Ketakutan semacam ini tentu sesuatu yang normal karena kita sedang dihadapkan pada kekosongan konsep kaderisasi di masa krisis. Terkhusus konsep ini, tentu pandemi COVID-19 bisa menjadi langkah awal bagi organisasi untuk mempunyai konsep kaderisasi khusus atau luar biasa.

Kekosongan kaderisasi ini harus direspon secara cepat oleh induk organisasi, yaitu PB PMII. PB sudah seharusnya mempunyai formula dan konsep kaderisasi yang terstruktur untuk merespon kekosongan tersebut akibat pandemi.

Kaderisasi dari Rumah

Di tengah pandemi seperti sekarang ini, PMII nampaknya harus menjadi latah layaknya banyak pihak yang melakukan segala aktivitas dari rumah, everything from home, termasuk proses kaderisasi. Dengan kemajuan teknologi dan informasi, konsep kaderisasi dari rumah dapat menjadi solusi atas problem kaderisasi di masa pandemi.

Sebagai hal baru bagi PMII, konsep ini tentu membutuhkan proses dan pembahasan mendalam dari pihak-pihak yang berwenang dalam hal kaderisasi.

Dalam kaitannya dengan kaderisasi di masa pandemi, hal yang paling sulit diselenggarakan adalah kaderisasi formal seperti MAPABA, PKD, PKL dan PKN. Sedangkan kaderisasi informal dan nonformal dapat diselenggarakan via daring (online) seperti apa yang sedang riuh saat ini, seperti diskusi, webinar, dan sebagainya.
Namun jika mempertimbangkan pentingnya kaderisasi formal di masa krisis, proses kaderisasi formal sangat mungkin dilakukan dari rumah.

Bagi penulis, proses kaderisasi formal dapat dilakukan di masa pandemi dengan mempertimbangkan protokoler kesehatan dan panduan kaderisasi. Kaderisasi dari rumah dapat dilakukan dengan memanfaatkan penggunaan teknologi berbasis internet, seperti video conference, online class, webinar dan media daring lainnya. Hal ini tentu didasarkan pada upaya untuk meminimalisir potensi hilangnya ribuan calon anggota PMII di tahun ini.

Kaderisasi dari rumah tentu dilakukan tanpa menghilangkan inti dari kaderisasi itu sendiri, yaitu penyampaian materi, tugas, dan baiat terhadap peserta. Gagasan ini tentu sangat dibutuhkan oleh PMII untuk menjadikannya lebih siap ketika krisis dan kondisi luar biasa terjadi di masa depan. Sekian.



Oleh : Muhammad Afit Khomsani,

*)Kader PMII Kota Semarang.

COMMENTS

Name

agenda,12,artikel,44,bincang,2,cyberia,4,ke-pmii-an,18,kebangsaan,2,Opini,31,pendaftaran,1,pendidikan,1,PMIITV,6,pustaka,9,rilis,5,warta,8,
ltr
item
PMII Semarang: JITU, Mencegah Lumpuhnya Kaderisasi di Era Pandemi
JITU, Mencegah Lumpuhnya Kaderisasi di Era Pandemi
Covid 19 Kaderisasi PMII di Tengah Pandemi
https://1.bp.blogspot.com/-JXmP3XjJZ34/Xu594W7rbJI/AAAAAAAABXk/0e6bcBUaZessQDxbMoeDjsKxHqSUo8xdACLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2020-06-21%2Bat%2B04.01.51.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-JXmP3XjJZ34/Xu594W7rbJI/AAAAAAAABXk/0e6bcBUaZessQDxbMoeDjsKxHqSUo8xdACLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2020-06-21%2Bat%2B04.01.51.jpeg
PMII Semarang
https://www.pmiisemarang.or.id/2020/06/jitu-mencegah-lumpuhnya-kaderisasi-di.html
https://www.pmiisemarang.or.id/
https://www.pmiisemarang.or.id/
https://www.pmiisemarang.or.id/2020/06/jitu-mencegah-lumpuhnya-kaderisasi-di.html
true
4367216603084741449
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy